Dalam kehidupan kita tentunya kita telah mengetahui bagaimana kehidupan Paulus sebelum Tuhan memanggilnya menjadi seorang Rasul dan pemberita firman Tuhan. pada saat Paulus berkeinginan untuk melayani Tuhan tanpa berpikir panjang dirinya langsung meninggalkan kehidupan lamanya. Dalam perjalanan Paulus begitu banyak penderitaan yang dialami bahkan sekalipun dalam penjara dirinya tidak melawan kepada Tuhan. Pada saat Paulus dalam penjara dirinya tetap menulis kebenaran firman Tuhan serta ajaran-ajaran yang telah Tuhan kehendaki. Hal ini karena Paulus menganggap bahwa pelayanan yang dilakukan itu adalah tugas yang Tuhan percayakan kepada dirinya sehingga ia menjalani dengan penuh rasa sukacita. Pada saat Paulus mengajar kepada jemaat Tuhan, Paulus tidak menjanjikan untuk mendapatkan kemewahan melainkan dirinya berkata bahwa siapa pun yang ingin mengikuti Kristus harus siap menderita.
Dalam kehidupan kita apakah kita sudah seperti Paulus yang mau menjalankan tanggungjawab sekalipun dalam keadaan yang tersulit?. Terkadang dalam kehidupan pelayanan yang kita lakukan itu hanyalah untuk sebuah tujuan tertentu atau hanya untuk dipuji orang lain, kita juga sering berpikir bahwa yang melayani itu hanyalah seorang pembantu yang melayani majikannya. Sebenarnya hal melayani ini sangatlah mudah bagi kita apabila kita menjalani dengan penuh rasa sukacita dan tanpa mengharapkan orang lain membalasnya. Ketika kita ingin melayani Kristus kita harus siap untuk menerima apa yang akan terjadi dalam kehidupan kita kedepannya baik itu dalam keadaan senang maupun keadaan susah. Marilah kita menjalani kehidupan kita dengan mencontohi Rasul Paulus, sekalipun menderita tetapi dirinya tidak pernah meninggalkan Tuhan melainkan terus saja menjadi pelayan Kristus. Hendaklah kita terus melayani dengan sungguh-sungguh baik kepada sesama kita terlebih kepada Tuhan.
by: Agriphina H. Mabilegi