Persoalan dapat diatasi dalam Kristus

Sekretariat Diaspora -
Sab, 16 Okt 2021 | 11:38 (2 tahun yang lalu)

Filipi 4 : 10-13

Masalah dalam kehidupan bukan hal yang baru. Bahkan semua manusia pasti mengalami masalah, seperti: masalah perbedaan pendapat dalam rumah tangga, dalam sebuah kelompok atau organisasi yang menyebabkan permusuhan atau pembunuhan.  Masalah ekonomi, dimana kita tidak mampu membeli sesuatu yang merupakan kebutuhan, tidak sanggup membiayai uang kuliah dari anak, dll. Pertanyaannya ialah dalam kondisi semacam ini, apa yang kita harus lakukan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari lihat surat Filipi 4: 12-13 yang merupakan tulisan dari Paulus dan ditujukan kepada Jemaat di Filipi. Saat itu Jemaat Filipi mengutus Epafroditus untuk memberikan bantuan kepada Paulus secara material. Karena itu Paulus sangat bersukacita karena Jemaat memiliki kerinduan supaya nama Tuhan dimuliakan. Jadi, Paulus bersukacita bukan untuk jemaat selalu membantunya supaya dia menjadi kaya atau Paulus merasa kekurangan. Sangat jelas pernyataan Paulus di ayat yang 11. Artinya Paulus berupaya mencukupkan diri dalam segala keadaan. Hal ini tidak berarti bahwa Paulus tidak mengalami kekurangan. Di ayat 12, dia sudah katakan bahwa, “Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.”. Artinya ada saat dimana Paulus mengalami kekurangan, kelaparan dan ada saat dia mengalami kelimpahan, kenyang dan sebagainya. Bahkan Paulus mengatakan bahwa “dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku.”.

Dengan kata lain, sebuah kalimat yang tidak asing lagi bagi kita yaitu pahit-manisnya kehidupan Paulus sudah melalui semuanya. Jadi, pertanyaannya ialah kenapa Paulus tidak khawatir melainkan dia belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan?. Jawabannya ialah karena Paulus berpegang teguh kepada Kristus. Hal tersebut dapat dilihat dalam ayat 13, yaitu  “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia  yang memberi kekuatan  kepadaku.”

1.      Kata-kata: segala perkara, artinya semua perkara, semua masalah atau persoalan hidup

2.      Kata-kata: dapat kutanggung. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, kata tanggung artinya beres tidak perlu khawatir, dapat diatasi, diselesaikan. Jadi, kata-kata dapat kutanggung artinya dapat ditanggung dapat diselesaikan atau dapat diatasi, karena itu tidak perlu khawatir.

3.      Kata-kata: Dia yang dimaksudkan ialah Yesus Kristus.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa segala persoalan, masalah atau perkara apapun dapat diatasi atau dapat diselesaikan didalam Yesus yang memberikan kekuatan, karena itu tidak perlu khawatir. Namun, tidak berarti bahwa manusia tidak perlu bekerja. Dengan kata lain, kerjakan apa yang manusia mampu kerjakan, selebihnya “biarkan Tuhan yang kerjakan.”

Refleksi:

Barangkali saat ini, ada diantara kita yang sedang bergumul tentang masalah kehidupan, seperti masalah dalam keluarga yang sampai saat ini belum diselesaikan atau belum damai, masalah uang kuliah, masalah makan-minum, masalah kesehatan dan lain sebagainya. Percaya Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan kita. Silahkan libatkan Tuhan dalam hidup dengan berdoa kepada-Nya. Percayalah ketika Tuhan sudah terlibat, maka semua masalahmu akan diselesaikan menurut rencana-Nya. Ingat, ketika masalahmu belum terselesaikan setelah berdoa, itu tidak berarti bahwa Tuhan tidak terlibat. Barangkali hari ini Tuhan menundah untuk menyelesaikan masalah dalam keluargamu, masalah keuangan dan lain sebagainya. Namun, janganlah khawatir, karena Tuhan tidak akan membiarkan atau meninggalkanmu bergumul sendiri (band. Ibrani 13:5b). Tetaplah percaya bahwa Tuhan tidak akan membiarkanmu sampai tergeletak sebab Tuhan menopangmu   (band. Mazmur 37.23-24). Imanuel. Amin.

By: Apriyanto Bora

2020-2022 © Gmit Diaspora Danau Ina Oesapa